Manfaat Penting Menggunakan Sunscreen Bayi

Menurut Skincancer.org, beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak bayi terpapar sinar UV dalam enam bulan pertama kehidupan mereka. Pada usia ini, kulit mereka sangat rentan dan memerlukan perlindungan ekstra. Yuk Bu, jaga kulit Si Kecil sedini mungkin dengan mengetahui 8 manfaat sunscreen bayi di bawah ini!

1. Melindungi dari Kerusakan Sinar UV

Sunscreen membantu melindungi kulit sensitif bayi dari sinar UV yang berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang dan langsung pada kulit.

2. Mencegah Kanker Kulit

Menggunakan sunscreen secara rutin pada bayi bisa mengurangi risiko mengembangkan kanker kulit di kemudian hari, khususnya jika dimulai dari usia dini.

3. Mencegah Terbakar Sinar Matahari

Sunscreen melindungi kulit bayi dari terbakar matahari, yang tidak hanya menyakitkan tetapi juga bisa menimbulkan kerusakan serius pada kulit yang sangat muda dan sensitif.

4. Meminimalkan Risiko Kerusakan Mata

Sinar UV yang kuat juga bisa berdampak pada mata. Menggunakan sunscreen dan perlindungan yang tepat bisa membantu mengurangi risiko kerusakan mata yang terkait dengan paparan UV.

Artikel Lainnya: Penting! Ini Perawatan Kulit Bayi yang Tepat

5. Meningkatkan Kesehatan Kulit Jangka Panjang

Perlindungan dari sinar UV sejak dini menetapkan fondasi untuk kesehatan kulit yang lebih baik sepanjang hidup bayi.

6. Si Kecil Lebih Nyaman Saat Bermain di Luar Ruangan

Dengan perlindungan yang tepat, bayi bisa lebih nyaman bermain di luar ruangan tanpa khawatir tentang efek negatif sinar matahari.

7. Mendukung Pertumbuhan Si Kecil

Bermain di luar ruangan adalah penting untuk perkembangan fisik dan sensorik bayi. Sunscreen bayi mendukung kegiatan ini dengan membuatnya lebih aman dari dampak negatif sinar matahari.

8. Kebiasaan Baik dari Awal

Mengajarkan kebiasaan melindungi kulit dari sinar matahari sejak usia dini bisa menjadi bagian dari rutinitas sehat Si Kecil.

Cara Memilih Sunscreen yang Aman untuk Bayi

Untuk itu perhatikan juga ya Ibu dan Ayah, sunscreen seperti apa yang aman buat bayi di bawah ini!

1. Sunscreen Berbahan Dasar Mineral

Sunscreen yang mengandung mineral seperti zinc oxide atau titanium dioxide adalah pilihan terbaik untuk bayi. Mineral ini bertindak sebagai penghalang yang melindungi kulit dengan memantulkan sinar UV, bukan menyerapnya. Produk ini juga lebih rendah risiko menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.

2. Sunscreen dengan Formula Lembut

Pilih sunscreen dengan formula yang lembut dan tidak mengandung bahan kimia keras. Hindari produk yang mengandung paraben, sulfat, dan phthalates yang bisa mengiritasi kulit bayi yang sensitif.

Artikel Lainnya: Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Wajib Ibu dan Ayah Siapkan

3. Sunscreen dengan SPF Tinggi

Sunscreen dengan Sun Protection Factor (SPF) minimal 15 disarankan, namun SPF 30 lebih disukai untuk perlindungan yang lebih baik, terutama jika bayi akan menghabiskan waktu yang lama di luar rumah.

4. Sunscreen Bebas Pewangi dan Pengawet

Produk yang bebas dari pewangi dan pengawet tambahan lebih baik untuk kulit bayi, dan menghindari dari kemungkinan iritasi kulit.

5. Sunscreen Khusus Bayi

Nah, paling aman adalah memilih menawarkan sunscreen yang diformulasikan untuk bayi. Produk-produk ini biasanya memenuhi semua kriteria yang disebutkan di atas dan sering kali diuji secara klinis untuk keamanan pada kulit bayi.

Sebelum menggunakan produk baru pada bayi, Ibu dan ayah juga bisa selalu lakukan tes patch dengan mengaplikasikan sedikit produk pada bagian kecil dari kulit bayi, seperti di pergelangan tangan, untuk memastikan tidak ada reaksi alergi atau iritasi yang terjadi. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan rekomendasi produk sunscreen bayi paling cocok untuk Si Kecil! 

Selain sunscreen untuk menjaga kesehatan kulitnya, Ibu dan Ayah juga nggak boleh luput dari pemilihan diapers yang tepat dan mampu memberikan kenyamanan maksimal di usia pertumbuhannya. Tentunya, Baby Happy Body Fit Pants hadir untuk melengkapi menjaga kesehatan kulit Si Kecil. Dengan berbagai inovasi yang dibuat untuk membuat Si Kecil lebih nyaman, bebas bergerak dan terhindar dari ruam popok! Seperti inovasi daya serap ekstra hingga 70% yang membuat kulitnya kering hingga 12 jam serta Air Through Technology yang memungkinkan kulit Si Kecil memiliki sirkulasi yang baik. Dapatkan produk Baby Happy Body Fit Pants di sini! Untuk pertumbuhan dan kulit sehat Si Kecil! Moms happy, baby happy! 

Sumber:

American Academy of Dermatology Association. Confused about sunscreen?. Diakses Mei 2024.

Healthy Children org. Sun safety and protection tips.  Diakses Mei 2024.

 Ketahui Penyebab dan Cara Atasi Eksim Pada Bayi

Eksim, atau dermatitis atopik, adalah kondisi inflamasi kronis yang sering terlihat pada bayi dan anak-anak, tetapi dapat terus berlanjut hingga dewasa. Eksim pada bayi seringkali muncul dalam bentuk bercak-bercak pada kulit yang memiliki tekstur kering dan kasar, serta menimbulkan rasa gatal. Lokasi umum munculnya eksim pada bayi termasuk pipi, serta lipatan-lipatan lengan dan kaki. 

Eksim pada bayi bukan hanya sebuah masalah kulit yang sederhana, eksim sebenarnya punya hubungan erat dengan respons alergi dan sistem imun. Kondisi ini muncul ketika sistem imun tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen lingkungan atau makanan, yang memicu peradangan dan gejala kulit yang terlihat. Lebih dari sekadar iritasi atau ketidaknyamanan, eksim menunjukkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang dapat mempengaruhi banyak aspek kesehatan lainnya.

Penyebab Eksim Pada Bayi

Agar mampu menangani eksim dengan tepat, Ibu wajib mengetahui apa penyebab eksim pada bayi Ibu. Yuk kenali penyebabnya di bawah ini!

1. Genetik

Eksim pada bayi dapat diturunkan dari orangtua. Anak yang orang tuanya memiliki riwayat eksim, alergi, atau asma lebih mungkin menderita eksim.

2. Kulit Kering

Kulit yang sangat kering bisa mudah iritasi dan lebih rentan terhadap eksim.

3. Iritasi Kulit

Sabun, parfum, deterjen, dan bahan kimia lain bisa mengiritasi kulit bayi yang sensitif dan memicu eksim.

4. Mengalami Alergi

Debu, serpihan hewan peliharaan, serbuk sari, dan makanan tertentu dapat menjadi pemicu alergi yang menyebabkan eksim.

Artikel Lainnya: Ini Cara Ampuh Atasi Biang Keringat Bayi

5. Perubahan Cuaca

Perubahan cuaca dari cuaca dingin dan lalu kering sering memperburuk kondisi eksim.

6. Infeksi pada Kulit Bayi

Kulit yang sudah rusak oleh eksim dapat lebih mudah terinfeksi, dan memperburuk kondisi tersebut.

Eksim pada bayi terjadi karena kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang menyebabkan kulit kehilangan kelembabannya, sehingga meradang dan gatal. Skin barrier yang rusak memungkinkan alergi dan bakteri masuk lebih mudah dan memperparah iritasi.

Ciri-ciri Eksim Pada Bayi

  1. Kemerahan dan ruam pada kulit.
  2. Kulit kering, retak, atau bersisik.
  3. Area kulit yang terasa sangat gatal.
  4. Kulit yang terasa tebal dan kasar pada area tertentu.
  5. Kadang-kadang, bintil kecil yang bisa mengeluarkan cairan dan membentuk kerak saat pecah.

Artikel Lainnya: Penting! Ini Perawatan Kulit Bayi yang Tepat

Cara Atasi Eksim Pada Bayi

Pengobatan eksim ada beberapa langkahnya nih Bu, yuk cek apa saja perawatan yang bisa kita berikan ke Si Kecil!

1. Menghindari Pemicu

Yang paling penting adalah kenali dan hindari benda-benda yang mampu memicu iritasi dan alergi pada Si Kecil seperti pakaian berbahan wol, asap rokok, detergen, parfum serta bahan-bahan kimia lainnya.

2. Perawatan Kulit

Gunakan pelembab secara teratur untuk menjaga kelembaban kulit.

3. Penggunaan Produk Hipoalergenik

Gunakan sabun dan shampoo yang lembut serta bebas parfum.

4. Pengobatan Topikal

Krim steroid ringan dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan gatal.

5. Konsultasi Medis

Bicarakan dengan dokter tentang penggunaan obat-obatan jika eksim berat atau tidak membaik.

Agar momen penyembuhan dari eksim berjalan dengan baik, jangan lupa untuk menggunakan diapers Baby Happy BodyFit Pants yang nyaman dan nggak mengganggu gerak bebas Si Kecil!

Dapatkan inovasi daya serap ekstra hingga 70% yang mampu menjaga kulit bayi tetap kering hingga 12 jam, sehingga mengurangi risiko iritasi dan bebas ruam popok! 

Kenyamanan maksimal juga bisa didapatkan Si Kecil dengan Air Through Technology yang  memastikan sirkulasi udara yang baik di permukaan kulit bayi, mencegah bayi merasa penuh atau basah yang nggak nyaman. Inovasi Air Through Technology sangat penting buat kenyamana Si Kecil apalagi yang punya kulit sensitif!

Yuk dapatkan diapers Baby Happy BodyFit Pants dan bantu Si Kecil lawan gangguan eksim. Moms Happy, Baby Happy! Dapatkan di sini

Sumber:

American Academy of Dermatology. How to Treat Eczema in Babies. Diakses Mei 2024.

Mayo Clinic. How to treat baby eczema. Diakses Mei 2024.

Tips Meringankan Batuk Pilek pada Anak Umur 1-4 Tahun

Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini sering kali menjadi pemicu batuk dan pilek pada anak kecil. Ketika gejala batuk pilek muncul pada anak, Ibu pasti ingin segera menanganinya karena menghindari Si Kecil semakin parah atau menularkannya pada adik atau menghambat aktivitasnya. Ibu jangan khawatir ya, simak beberapa tips untuk meringankan batuk pilek pada anak umur 1 – 4 tahun.

1. Jaga Si Kecil Selalu Terhidrasi dengan Baik

Hidrasi adalah kunci penting dalam menangani batuk dan pilek, karena air mampu membantu melunakkan lendir, sehingga lendir jadi mudah untuk dibersihkan dari sistem pernapasan. Menurut  American Academy of Pediatrics, setiap anak disarankan agar meminum air putih sekitar 1-1,5 liter cairan per hari, tergantung pada usia dan aktivitas. Sediakan air putih, sup hangat, atau jus buah yang ence untuk memenuhi kebutuhan cairan Si Kecil. Ingatlah untuk menghindari minuman berkafein yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Artikel Lainnya: Penyebab dan Cara Mengatasi Suara Nafas Serak pada Bayi

2. Gunakan Humidifier

Humidifier menambah kelembaban udara, yang bisa sangat membantu jika udara di rumah sedang kering. Udara lembab membantu melembutkan lendir dan memudahkan anak bernapas. Saat menggunakan humidifier, penting untuk memastikan bahwa alat tersebut dibersihkan secara teratur untuk menghindari pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat menyebarkan penyakit. Jangan gunakan uap panas atau steam humidifier di kamar anak, karena ini dapat menyebabkan luka bakar jika anak menyentuhnya secara tidak sengaja.

3. Tinggikan Kepala Si Kecil Saat Tidur

Meninggikan kepala anak saat tidur dapat membantu mengurangi hidung yang mampet dan mendukung pernapasan lebih lancar.  Metode ini membantu aliran alami sinus dan mengurangi penumpukan lendir yang bisa menyebabkan batuk. Gunakan bantal tambahan di bawah matras mereka atau di bawah kepala bantal tidur untuk menciptakan sedikit kemiringan, ini biasanya cukup untuk membuat perbedaan tanpa membuat anak tidak nyaman.

4. Berikan Madu (untuk Anak di Atas 1 Tahun)

Madu adalah obat alami yang efektif untuk meredakan batuk dan menenangkan tenggorokan yang gatal. Berikan satu sendok teh madu sebelum tidur atau saat anak mengalami iritasi tenggorokan. Madu dikenal memiliki sifat antibakteri dan dapat membantu mengurangi frekuensi batuk. Ingat, madu tidak boleh diberikan kepada anak di bawah usia satu tahun karena risiko botulism atau gangguan kesehatan berupa keracunan serius.

Artikel Lainnya: Tenang Moms, Ini Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi

5. Jaga Ruang Tetap Bersih dan Bebas Alergen

Menjaga kebersihan ruangan tempat anak tidur dan bermain mampu meminimalkan paparan alergen. Bersihkan debu dan vakum secara teratur untuk mengurangi alergi seperti tungau debu dan bulu hewan peliharaan. 

Selama periode tumbuh kembang Si Kecil pasti memang akan mudah terkena batuk pilek, karena itu selain menjaga kesehatannya, kenyamanan nya juga menjadi hal yang esensial!, Baby Happy Body Fit Pants dengan keunggulannya membantu dalam situasi ini dengan memastikan bahwa Si Kecil merasa nyaman sehingga dapat lebih cepat pulih.

Dengan daya serap ekstra 70%, Baby Happy Body Fit Pants menjaga kulit permukaan bokong tetap kering hingga 12 jam. Si Kecil nggak akan merasa berat ataupun rewel karena terasa basah. Air through technology yang menjadi inovasi Baby Happy juga mampu memastikan sirkulasi udara menjadi lebih lancar, sehingga kulit anak tetap kering dan sehat, dan bebas ruam popok! 

Yuk dapatkan Baby Happy Body Fit Pants sekarang, karena moms happy, baby happy!

Sumber: 

Artikel Healthline. How to Treat a Cough in Toddlers at Home. Diakses Mei 2024.

 Manfaat Essential Oil bagi Kesehatan Kulit Bayi

Ibu yang punya anak dengan kulit sensitif pasti butuh banget perlindungan ekstra, biar perawatan kulitnya tetap sehat dan terlindungi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan essential oil. Essential oil menawarkan berbagai manfaat yang bisa membantu menjaga kesehatan kulit bayi. Ini enam manfaat essential oil yang wajib ayah dan ibu tahu untuk kulit bayi:

1. Melembabkan Kulit Si Kecil

Essential oil seperti lavender dan chamomile memiliki sifat hidrasi yang luar biasa, kandungan pada dua bahan alami tersebut mampu membantu menjaga kelembapan kulit bayi. Penggunaan essential oil ini secara teratur dapat menghindari kulit kering dan bersisik pada Si Kecil.

2. Menenangkan Kulit yang Iritasi

Dengan sifat anti-inflamasi yang dimilikinya, essential oil seperti calendula dan sandalwood sangat efektif untuk menenangkan kulit bayi yang mengalami iritasi atau ruam popok. Mengaplikasikannya dengan carrier oil yang sesuai dapat memberikan perlindungan dan kelegaan bagi kulit bayi.

Artikel Lainnya: Bu, Ini Tips Mengatasi Agar Bayi Tidak Begadang

3. Bikin Si Kecil Tidur Lebih Pulas

Aroma terapi dari essential oil seperti lavender sudah dikenal dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak. Menggunakan diffuser dengan tetesan lavender di kamar bayi sebelum waktu tidur dapat menciptakan lingkungan yang menenangkan, mendukung bayi untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, jadi ketika bangun Si Kecil jadi lebih segar!

4. Mengurangi Gejala Kolik

Ibu tahu apa yang disebut kolik? Kolik adalah kondisi ketika bayi menangis tanpa henti selama berjam-jam dan tanpa alasan yang jelas. Reaksi menangis ini dikarenakan Si Kecil masih belum punya cara lain untuk mengekspresikan ketidaknyamanannya selain dengan menangis. Ternyata reaksi kolik ini bisa dikurangi dengan bantuan essential oil seperti fennel atau ginger, ketika diencerkan dengan benar dan digosokkan ke perut bayi, dapat membantu mengurangi gejala kolik dan ketidaknyamanan gastrointestinal, efek essential oil memberikan kelegaan bagi bayi yang sering rewel karena perut kembung.

Artikel Lainnya: Penting! Ini Perawatan Kulit Bayi yang Tepat

5. Bisa untuk Obat Antiseptik Alami

Beberapa essential oil seperti tea tree dan eucalyptus memiliki sifat antiseptik yang bisa melindungi kulit bayi dari infeksi. Penggunaan oil ini secara tepat dan terkontrol bisa membantu menjaga kebersihan kulit tanpa menggunakan bahan kimia yang keras.

6. Stimulasi Pertumbuhan dan Kesehatan Kulit

Essential oil seperti rosemary dan coconut oil tidak hanya melembutkan, tetapi juga dapat merangsang pertumbuhan sel kulit baru yang sehat. Ini penting untuk regenerasi kulit bayi dan memastikan kulitnya tetap sehat dan bercahaya.

Menggunakan produk yang tepat adalah kunci untuk memaksimalkan manfaat dari essential oil bagi kulit bayi. Seperti Baby Happy Diapers yang memberikan kenyamanan dan juga produk yang tepat untuk Si Kecil yang membutuhkan diaper.

Dengan daya serap ekstra hingga 70%, Baby Happy Body Fit Pants mampu menjaga permukaan kulit bayi tetap kering dan nyaman hingga 12 jam.

Selain itu air through technology dari Baby Happy juga memastikan sirkulasi udara yang lancar di daerah bokong, sehingga bayi tidak akan risih dan rewel karena merasa penuh atau basah. Yuk berikan kenyamanan maksimal bagi kulit sensitif bayi dengan Baby Happy Body Fit pants dengan segala keunggulannya dan juga bebas dari ruam popok! Dapatkan sekarang juga!

Sumber:

Artikel Nature’s Baby Organics. 7 Natural Oils That Good For your Baby Skin. Diakses April 2024.

Artikel Healthline Essential Oils for Babies: 7 Safe Options and Their Uses. Diakses April 2024.

Catat Bu, Ini Cara Mengajak Anak Belajar Puasa

Puasa adalah praktik spiritual yang penting dalam banyak budaya dan agama. Bagi keluarga yang menjalankan ibadah puasa, mengajarkan anak belajar puasa adalah langkah penting dalam mendidik mereka tentang nilai-nilai spiritual dan disiplin diri. Nah, Baby Happy mau memberikan tips khusus buat para orang tua dalam memberikan panduan yang pas untuk mengajarkan anak berpuasa. Simak beberapa tips anak belajar puasa di bawah ini!

Mengajarkan anak belajar puasa tidak hanya memperkenalkan mereka pada tradisi keagamaan keluarga, tetapi juga mengajarkan mereka tentang kesabaran, empati, dan pengendalian diri. Anak belajar untuk menghargai nikmat yang seringkali mereka anggap remeh, seperti makanan dan minuman, dan memahami pentingnya berbagi dengan orang yang membutuhkan. 

Umumnya anak-anak mulai diperkenalkan pada konsep puasa sekitar usia 7 hingga 8 tahun. Pada usia ini, mereka sudah mulai cukup mengerti tentang mengapa dan bagaimana kita berpuasa. Namun, pengenalan puasa harus disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan fisik serta mental mereka.

1. Latihan Bertahap

Mulailah dengan periode puasa yang lebih pendek. Ajarkan anak untuk tidak makan selama beberapa jam di pagi hari dan secara bertahap tingkatkan durasinya.

2. Jadikan Proses Belajar Menyenangkan

Berikan mereka kalender puasa dimana mereka bisa menandai hari-hari mereka berhasil berpuasa dan memberi reward kecil sebagai apresiasi.

Artikel Lainnya: Tips Lancar Saat Umroh Membawa Bayi

3. Libatkan dalam Persiapan Sahur dan Berbuka

Ajak anak terlibat dalam mempersiapkan makanan sahur dan berbuka. Ini akan membuat mereka lebih bersemangat untuk berpuasa dan merasakan kehangatan berbagi momen bersama keluarga.

4. Cerita dan Edukasi

Gunakan cerita-cerita inspiratif tentang puasa untuk mengedukasi mereka tentang nilai dan manfaat berpuasa.

5. Berikan Contoh yang Baik

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Tunjukkan komitmen Ayah dan Ibu dalam berpuasa dan Ayah Ibu juga bisa membagikan pengalaman berpuasa.

Artikel Lainnya: Manfaat Quality Time Bareng Si Kecil yang Wajib Kamu Tau!

6. Beri Dukungan Positif

Berikan dukungan yang positif dan hindari memaksa. Pastikan anak merasa bahwa puasa adalah pengalaman yang menyenangkan dan membanggakan serta berasal dari niat dan kemauannya. 

Dalam banyak tradisi, anak-anak di bawah usia baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa. Namun, mengajak mereka untuk berpartisipasi secara sukarela dapat memberikan banyak manfaat. Manfaat tersebut termasuk mengembangkan rasa empati, meningkatkan kontrol diri, dan memperkuat ikatan keluarga melalui kegiatan bersama.

Selama periode puasa, kenyamanan anak juga sangat penting, Baby Happy Body Fit Pants dengan teknologi Air Through yang meningkatkan sirkulasi udara dan daya serap EXTRA 70%, mampu menjaga kulit bayi tetap kering selama 12 jam. Fitur ini sangat penting, terutama saat perjalanan panjang di mana pergantian popok mungkin tidak selalu mudah.

Dengan Baby Happy Body Fit Pants, Ibu bisa memastikan kenyamanan Si Kecil, memungkinkan keluarga untuk berbagi kebahagiaan tanpa khawatir selama momen-momen berpuasa. Ketenangan pikiran ini memungkinkan semua anggota keluarga untuk fokus beribadah bersama-sama dan belajar mengenai arti puasa sebenarnya. Yuk dapatkan produk Baby Happy Body Fit Pants sekarang!

Sumber: 

Jurnal Harley, J. (2022). 7 Ideas for Teaching Children to Fast in Meaningful Ways. Diakses April 2024.

Artikel PennyAppeal. 7 Tips to Help Ease Your Child into Fasting During Ramadan. Diakses April 2024.

Mengenal Gejala Flu Singapura Pada Anak

Flu Singapura, atau dikenal juga sebagai HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease), adalah penyakit yang umumnya menyerang anak-anak, meskipun orang dewasa juga dapat terinfeksi. Gejala yang biasanya muncul meliputi demam, sakit tenggorokan, ruam kulit yang mirip jerawat di tangan, kaki, dan mulut, serta kadang disertai dengan hilangnya nafsu makan dan kelelahan.

Flu Singapura sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti air liur, dahak, dan tinja. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan dan menghindari kontak dekat dengan individu yang terinfeksi untuk mencegah penularan.

Durasi infeksi flu Singapura bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Biasanya, gejala awal seperti demam dan ruam kulit dapat berlangsung selama beberapa hari hingga seminggu. Namun, untuk kesembuhan total, proses penyembuhan bisa memakan waktu lebih lama, tergantung pada kondisi kesehatan individu dan seberapa baik sistem kekebalan tubuh mereka melawan infeksi.

Gejala Flu Singapura pada Anak

  • Penurunan nafsu makan
  • Demam tinggi dan batuk
  • Ruam merah di tangan, kaki, mulut, dan bokong
  • Sariawan di gusi dan lidah
  • Luka seperti lepuhan pada lidah, gusi, dan di dalam pipi
  • Nyeri tenggorokan
  • Nyeri perut pada anak
  • Anak rewel terus-menerus

Artikel Lainnya: Penyebab dan Cara Mengatasi Suara Nafas Serak pada Bayi

Komplikasi Flu Singapura pada Anak

Flu Singapura juga dapat mengakibatkan komplikasi, yang paling umum adalah dehidrasi. Hal ini terjadi karena adanya luka pada mulut yang membuat penderita kesulitan untuk minum. Selain itu, meski jarang terjadi, flu Singapura dapat menimbulkan komplikasi berupa:

1. Radang otak (ensefalitis)

Kondisi ini ditemukan pada beberapa anak yang tengah mengidap flu Singapura, walaupun sangat jarang terjadi.

2. Meningitis

Peradangan pada lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini memerlukan perawatan medis yang tepat dengan segera.

3. Kelumpuhan

Kuku tangan dan kaki terlepas (onikolisis).

Komplikasi lainnya, seperti miokarditis, polio, hingga kematian.

Artikel Lainnya: Cara Jitu Menghilangkan Cegukan Bayi

Pengobatan Flu Singapura pada Anak

Sebagian besar kasus flu Singapura bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari tanpa pengobatan khusus. Meski begitu, orang tua tetap disarankan untuk memberikan perawatan mandiri kepada anak hingga kondisi anak membaik. Adapun beberapa perawatan secara mandiri yang bisa dilakukan untuk membantu pemulihan flu singapura pada anak adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan minuman dingin untuk membantu meredakan ketidaknyamanan pada tenggorokan.
  2. Hindari memberikan makanan atau minuman yang memiliki rasa asam atau pedas.
  3. Sajikan makanan yang bertekstur lunak untuk mempermudah anak dalam menelan.
  4. Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  5. Pastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup setiap harinya.
  6. Gunakan krim anti-gatal dan penyembuh ruam sesuai anjuran dokter agar ruam cepat mengering.
  7. Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan rasa nyeri di tenggorokan.

Pencegahan penularan Flu Singapura pada Anak

  1. Mengingat bahwa flu Singapura adalah penyakit yang sangat mudah menyebar atau menular melalui kontak langsung maupun droplet, terdapat beberapa cara yang bisa diterapkan oleh orang tua dan juga si kecil untuk mencegah penularan flu Singapura pada anak, antara lain:
  2. Melakukan isolasi pada penderita flu Singapura hingga sembuh untuk menghindari penularan.
  3. Mengajarkan anak untuk rutin mencuci tangan dengan dengan benar menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir.
  4. Membersihkan area-area atau benda-benda yang dicurigai terpapar/terkontaminasi virus, seperti gagang pintu, meja, remote TV, dan lain-lain.
  5. Hindari penggunaan barang pribadi secara bersama-sama dengan penderita flu Singapura.
  6. Menerapkan etika batuk pilek dengan benar seperti menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk.

Melindungi Si Kecil dari penyakit seperti flu Singapura adalah prioritas utama setiap orang tua. Selain menjaga kebersihan dan kesehatan mereka, penting juga untuk memberikan kenyamanan yang optimal saat kondisi tubuh Si Kecil sedang tidak fit, agar tidak memperparah dampak dari serangan infeksi.

Baby Happy Body Fit Pants hadir sebagai solusi yang untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan si kecil. Dengan inovasi Air Through Technology dan daya serap ekstra hingga 70%, Baby Happy memberikan perlindungan optimal dari ruam popok dan menjaga kulit bayi tetap kering dan nyaman. Upgrade sekarang dan berikan yang terbaik untuk kesehatan dan kenyamanan si kecil dengan Baby Happy Body Fit Pants!

Sumber:

Artikel Healthline. Hand, Foot, and Mouth Disease. Diakses pada 2024.

 

Lakukan Hal Ini untuk Atasi Anak Muntah

Muntah adalah salah satu fenomena umum yang sering dialami oleh bayi. Bagi para orang tua, mungkin terkadang sulit untuk memahami apa yang sebenarnya menyebabkan muntah pada Si Kecil. Apakah itu hal yang normal atau tanda masalah kesehatan yang lebih serius?

Ibu bisa lihat dari beberapa tanda seperti anak muntah secara berlebihan atau terus-menerus, muntah yang kuat dan mendadak tanpa alasan yang jelas, muntah dengan warna atau bau yang tidak biasa, seperti berwarna hijau, berbusa, atau berbau anyir, serta disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi, diare berat, dehidrasi, atau kelemahan yang ekstrim, yang semuanya bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius dan memerlukan perhatian medis segera.

1. Berikan Minum yang Cukup

Setelah muntah, pastikan untuk memberikan Si Kecil minum yang cukup. Air putih atau larutan elektrolit ringan dapat membantu mencegah dehidrasi. Hindari memberikan minuman berwarna terlalu dini, karena bisa memicu muntah lebih lanjut.

Artikel Lainnya: Bayi Gumoh? Jangan Panik, Kenali Penyebabnya!

2. Istirahatkan Lambung

Berikan istirahat pada lambung Si Kecil setelah muntah dengan tidak memberikan makanan atau minuman selama beberapa waktu. Ini membantu mencegah iritasi lebih lanjut pada lambung dan memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih.

3. Hindari Memberikan Makanan Berat

Ketika Si Kecil muntah, hindari memberikan makanan berat atau sulit dicerna, seperti makanan berlemak atau pedas. Sebagai gantinya, berikan makanan ringan yang mudah dicerna, seperti bubur.

4. Jaga Si Kecil dalam Posisi yang Nyaman

Setelah muntah, posisikan Si Kecil dalam posisi yang nyaman, biasanya dalam posisi duduk atau setengah duduk. Ini membantu mencegah muntah berlebihan dan membuatnya lebih nyaman.

Artikel Lainnya: Menangani Bayi dengan Intoleransi Laktosa

5. Perhatikan Gejala Lain

Jika muntah disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi, diare berat, atau kelemahan yang ekstrim, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hal ini bisa menjadi tanda penyakit yang lebih serius.

6. Konsultasikan dengan Dokter Anak

Jika muntah terjadi secara teratur atau tidak kunjung membaik, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter dapat membantu menentukan penyebab muntah dan memberikan penanganan yang sesuai.

Agar di kondisi yang tidak fit, kenyamanan Si Kecil bisa tetap terjaga, pilih Baby Happy  Body Fit Pants yang hadir sebagai solusi untuk menjaga kulit si kecil tetap kering dan nyaman. Dengan fitur-fitur unggulan seperti Air Through Technology dan daya serap extra hingga 70%, popok ini memberikan perlindungan optimal untuk Si Kecil dari ruam popok. Sehingga proses pemulihan Si Kecil bisa lebih baik. Dengan Baby Happy Body Fit Pants, Ibu tetap bisa share the happiness bareng Si Kecil! Yuk dapatkan deretan produk Baby Happy Body Fit Pants di sini!

Sumber: 

Artikel Healthline Baby vomiting no fever: Why this happens and what to do. Diakses April 2024.

Catat Bu, Ini Tanda Demam Berdarah Pada Anak

Musim penghujan diiringi dengan meningkatnya risiko penyakit demam berdarah (DBD), yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak. Karenanya penting untuk memahami tanda-tanda dan gejala DBD serta langkah-langkah penanganan yang tepat untuk melindungi Si Kecil. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang pengenalan demam berdarah pada anak dan bagaimana kita dapat menghadapinya dengan bijak.

Musim penghujan sering kali menciptakan lingkungan yang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti, sumber dari penyebaran penyakit demam berdarah. Nyamuk ini berkembang biak di air yang tergenang, termasuk genangan air di sekitar rumah. Dengan meningkatnya populasi nyamuk pembawa virus DBD, risiko penularan penyakit ini pada anak-anak juga meningkat.

Tanda-tanda Gejala DBD pada Anak

Penting untuk dapat mengenali gejala DBD pada anak dengan cepat. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai termasuk:

  • Demam tinggi
  • Nyeri pada tulang dan sendi
  • Mual dan muntah
  • Kulit pucat
  • Perdarahan dari hidung atau gusi
  • Penurunan jumlah trombosit dalam darah

Artikel Lainnya: Cara Menangani Bayi Diare Saat Mudik

Fase Kritis dan Fase Pelana Kuda pada DBD

DBD memiliki fase kritis yang dapat terjadi pada hari ke-3 hingga ke-7. Pada fase ini, terjadi penurunan suhu tubuh yang diikuti oleh peningkatan tanda-tanda perdarahan. Salah satu tanda khas fase kritis adalah “pelana kuda”, yaitu bintik-bintik merah kecil yang muncul di kulit anak, terutama di bagian dada dan perut.

Meskipun DBD pada anak  dapat menjadi penyakit serius, sebagian besar kasus dapat sembuh dengan sendirinya dengan perawatan yang tepat. Penting untuk memantau gejala anak secara teliti dan segera menghubungi tenaga medis jika gejala memburuk atau ada tanda-tanda perdarahan yang serius.

Artikel Lainnya: Penyebab dan Cara Mengatasi Suara Nafas Serak pada Bayi

Pengobatan DBD pada Anak

Perawatan pada anak yang menderita DBD pada anak biasanya berfokus pada penanganan gejala dan menjaga kestabilan kondisi. Ini bisa mencakup pemberian cairan intravena untuk menghindari dehidrasi, pemberian obat penurun demam, dan pemantauan trombosit dalam darah.

Agar Si Kecil yang sedang sakit tidak semakin rewel, orang tua harus menjaga  kenyamanannya, salah satunya dengan pemilihan diapers yang tepat! Seperti memilih Baby Happy Body Fit Pants untuk diapers Si Kecil! Baby Happy Body Fit Pants hadir Air Through Technology dan daya serap ekstra 70%, sehingga mampu memberikan perlindungan optimal dari ruam popok dan menjaga kulit bayi tetap  kering dan nyaman selama proses penyembuhan! Yuk upgrade sekarang dan berikan yang terbaik untuk kesehatan dan kenyamanan si kecil dengan Baby Happy Body Fit Pants!

Sumber: 

Mayo Clinic. Dengue Fever. Diakses April 2024.

Orang Tua Wajib Tau, Ini Bentuk Kekerasan Seksual Anak

Terkadang orang tua juga kerap lalai sehingga kehilangan fokus pada hal-hal yang paling penting, termasuk melindungi anak-anak kita dari bahaya yang mengintai. Salah satunya adalah kekerasan seksual anak. Ironisnya, seringkali kekerasan ini terjadi di dalam lingkungan yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Ketidakpedulian dan ketidaktahuan orang tua terhadap tanda-tanda kekerasan seksual dapat membuat anak menjadi rentan terhadap bahaya ini. Yuk sebaiknya kenali 7 bentuk kekerasan pada anak di bawah ini!

Bentuk Kekerasan Seksual Anak

Untuk mengetahui bentuk kekerasan seksual pada anak, orang tua harus menyadari bahwa segala tindakan yang mencakup pelecehan dan kekerasan pada anak di bawah umur semuanya termasuk dalam kategori tersebut. Ada berbagai bentuk kekerasan seksual yang bisa terjadi pada anak, yaitu: 

  1. Kontak fisik yang tidak diinginkan, memegang atau menyentuh.
  2. Melakukan hubungan intim ke anak.
  3. Eksibisionisme, atau mengekspos alat kelamin kepada anak di bawah umur.
  4. Melakukan masturbasi di hadapan anak di bawah umur atau memaksa anak di bawah umur untuk masturbasi.
  5. Percakapan cabul, panggilan telepon, pesan teks, atau interaksi digital lainnya.
  6. Seseorang yang memproduksi, memiliki, atau membagikan gambar atau film porno anak-anak.
  7. Perdagangan seks.

Menurut data kesehatan dari Rape, Abuse & Incest National Network, mayoritas pelaku kekerasan seksual pada anak adalah orang yang dikenal atau bahkan keluarga. Sebanyak 93 persen korban di bawah usia 18 tahun mengenal pelaku. 

Artikel Lainnya: Pentingnya Golden Hour pada Bayi Baru Lahir

Cara Mencegah Kekerasan Seksual

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah dan mengatasi kekerasan seksual pada anak. Beberapa langkah yang dapat diambil termasuk:

  1. Berbicara terbuka dengan anak tentang tubuh, batasan pribadi, dan apa yang dianggap pantas atau tidak pantas.
  2. Membangun hubungan yang kokoh dan terbuka dengan anak, sehingga mereka merasa nyaman untuk berbicara tentang pengalaman yang tidak menyenangkan.
  3. Mendidik anak tentang bagaimana mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan seksual dan memberdayakan mereka untuk melaporkannya.
  4. Memantau interaksi anak dengan orang dewasa dan anak lain, baik di dunia nyata maupun di dunia digital.
  5. Menjadi teladan dalam perilaku yang sehat dan menghormati batasan pribadi orang lain.

Artikel Lainnya: Manfaat Quality Time Bareng Si Kecil yang Wajib Kamu Tau!

Dalam hal ini orang tua harus lebih waspada dan penuh kesadaran dalam melindungi anak dari bahaya kekerasan seksual. Selain melindungi Si Kecil, orang tua pun punya peran aktif dalam memberikan kenyamanan bagi Si Kecil. Salah satunya dengan penggunaan diapers Baby Happy Body Fit Pants dengan inovasi Air Through Technology yang membuat sirkulasi di kulit Si Kecil lebih baik dan juga mampu menyerap cairan hingga 70%.

Dapatkan produk Baby Happy Body Fit Pants di sini!

Sumber:

United Nations. Sexual Violence. Diakses April 2024.

Manfaat Probiotik untuk Bayi yang Wajib Ibu Tahu

Probiotik sering disebut memiliki manfaat untuk menyeimbangkan bakteri baik di tubuh bayi. Salah satunya untuk kesehatan mulut dan pencernaan Si Kecil. Seperti mengurangi pertumbuhan sariawan dan menjaga kesehatan gusinya. Tapi, sebenarnya bolehkah Si Kecil mengonsumsi probiotik?

Menurut ahli, bayi dapat mulai diberikan probiotik sejak usia beberapa bulan, terutama ketika mereka mulai diperkenalkan pada makanan padat ke dalam menu makanan mereka. Namun, selalu penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memberikan asupan apapun kepada bayi. Setiap anak memiliki kebutuhan yang unik dan dokter akan memberikan saran terbaik sesuai dengan kondisi. Nah, jika Ibu disarankan oleh dokter untuk memberikan Si Kecil probiotik, berikut adalah beberapa manfaat yang akan didapatkan!

Fungsi Probiotik untuk Bayi

Probiotik memiliki sejumlah manfaat yang luar biasa bagi kesehatan bayi, termasuk:

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Probiotik membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, membantu melindungi dari infeksi dan penyakit.

Artikel Lainnya: Manfaat Buah Naga untuk MPASI Bayi

2. Mengatasi Masalah Pencernaan

Probiotik membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam saluran pencernaan bayi, mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti kolik, diare, dan sembelit.

3. Mengurangi Risiko Alergi

Konsumsi probiotik dapat membantu mengurangi risiko bayi mengembangkan alergi makanan atau alergi kulit.

4. Meningkatkan Penyerapan Nutrisi

Dengan membantu memperbaiki fungsi pencernaan, probiotik dapat membantu bayi dalam penyerapan nutrisi yang lebih baik dari makanan.

5. Mengurangi Risiko Ruam Popok

Probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri pada kulit bayi, mengurangi kemungkinan timbulnya ruam popok.

6. Mendukung Kesehatan Mental

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa probiotik juga dapat berkontribusi pada kesehatan mental bayi, membantu mengurangi risiko gangguan mood, dan kecemasan.

Artikel Lainnya: Resep MPASI Pure Buah Nikmat untuk Bayi

7. Memperbaiki Kesehatan Mulut

Probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri dalam mulut bayi, mengurangi risiko pembentukan plak, dan kerusakan gigi.

8. Meningkatkan Kualitas Tidur

Dengan memperbaiki keseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan, probiotik dapat membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.

Memberikan perlindungan terbaik bagi Si Kecil tidak hanya melibatkan asupan nutrisi yang baik, tetapi juga dengan memperhatikan kenyamanannya saat melakukan rutinitas sehari-hari. Yuk dapatkan kenyamanannya bareng Baby Happy Body Fit Pants, yang dilengkapi dengan fitur-fitur unggulan seperti Air Through Technology dan daya serap extra 70%, untuk menjaga kesehatan kulit Si Kecil tetap optimal. Fitur tersebut dapat melindungi Si Kecil secara optimal dari ruam popok! 

Cek produk Baby Happy Diapers di sini dan share the happiness dengan Si Kecil bareng Baby Happy! 

Sumber: 

Artikel Canadian Digestive Health Foundation. Probiotics for Infants. Diakses April 2024.